Cara Menyetel RPM Mobil Injeksi

Cara Menyetel RPM Mobil Injeksi

Ad

Anda memiliki mobil injeksi? Berbahagialah Anda karena performa bagus dan pemakaian mobil yang lebih halus. Mobil Anda memiliki efisiensi bahan bakar sehingga dapat berhemat, mampu menggunakan bahan bakar otomatis, memiliki daya tahan yang baik, dan bisa dioperasikan dimana saja. Salah satu hal yang menentukan kenyamanan Anda untuk memakai mobil injekasi adalah setting RPM. RPM dengan kondisi yang stabil tanpa menekan gas Anda berada pada keadaan yang nyaman untuk mengemudi. Setting RPM yang baik dapat menjaga agar mesin tidak mati. Kondisi ideal RPM ada pada kisaran 750 rpm hingga 850 rpm. Sayangnya, rpm tersebut terkadang mengalami kondisi yang tidak stabil akibatnya mesin mati pada saat berjalan pelan. Ketidakstabilannya adalah rpm mengalami naik turun saat AC hidup atau disebabkan oleh mobil yang jarang diservis. Hal itu terjadi karena spidometer terganggu kinerjanyan oleh beberapa komponen yang kotor. Bisa juga disebabkan oleh kerusakan sensor pada mobil injeksi yang berpengaruh pada kinerja mesin. Rpm yang tidak stabil atau bisa naik turun sendiri dapat membahayakan pengguna sehingga Anda harus memelihara mobil injeksi Anda dengan sangat baik salah satunya Anda perlu mengetahui cara menyetel rpm mobil injeksi.

Bagaimana cara menyetel rpm mobil injeksi? Cara adalah sebagai berikut:

  1. Rpm idling mesin akan naik apabila Idle Speed Adjusting Screw (ISAS) diputar kearah kiri.

Hal itu terjadi karena volume udara meningkat akibat aliran udara yang mengalir melalui lubang idle semakin banyak.

  1. Rpm idling mesin akan turun apabila Idle Speed Adjusting Screw (ISAS) diputar kearah kanan.

Hal itu terjadi karena volume udara menurun akibat aliran udara yang mengalir melalui lubang idle semakin sedikit.

  1. Rpm idling mesin diatur pada posisi normal yaitu pada kisaran 750 rpm – 850 rpm kemudian nyalakan AC untuk mengetes apakah mesin stabil atau drop. Jika mesin drop maka putar ke kiri seperempat putaran. Kemudian coba lagi apakah mesin tetap hidup. jika mesin hidup maka jangan diputar lagi karena rpm yang terlalu tinggi dapat menyebabkan keborosan bahan bakar.

Langkah di atas dapat dilakukan apabila mobil terdapat idle speed adjusting screw. Jika mobil Anda tidak terdapat idle speed adjusting screw pada throttle bodynya, maka yang bisa Anda lakukan adalah pergi ke bengkel, rpm akan diatur dengan menggunakan scan tool yaitu diriset sesuai kondisi awal mobil. Terdapat juga mobil yang rpm idlenya sudah diatur secara otomatis menggunakan ISC atau Idle Speed Control. Komponen ini mengatur penyetelan rpm pada mobil. Apabila rpm tidak stabil maka hal itu disebabkan oleh ISC nya macet oleh kerak karbon. Jika ISC macet pada posisi maju maka berakibat pada rpm idle terlalu rendah dan sebaliknya apabila ISC macet pada posisi mundur maka mengakibatkan rpm idle terlalu tinggi. Jika rpm terlalu rendah karena ISC tidak bekerja maka yang dapat dilakukan adalah melakukan penyetelan pada katup gas dengan baut.

Cara menyetel mobil injeksi di atas sangat membantu dan bisa Anda terapkan pada saat keadaan darurat dan perlu penanganan cepat. Anda dapat mengatur mobil injeksi Anda berada dalam kindisi normal dan untuk menjaga kenyamanan Anda ketika mengemudi Anda harus membuat rpm Anda terus stabil yang artinya Anda harus memelihara mobil Anda dengan baik jangan sampai terlambat servis. Lebih baik mencegah daripada harus mengobati. Jangan sampai aktivitas Anda terganggu oleh perjalanan yang tersendat-sendat karena rpm yang naik turun.

Ad
Authored by: Della Firdatia