Simak, Cara Mengencangkan Rantai Motor

Simak, Cara Mengencangkan Rantai Motor

Ad

Seiring dengan perkembangan, kini memiliki sepeda motor sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan, anak SMP pun kini sudah banyak yang memiliki motor sendiri padahal sebenarnya masih belum diperbolehkan untuk mengendarai motor. Hal ini dikarenakan setiap orang yang berhak mengendarai motor adalah yang suda berusia 17 dengan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Dengan pengetahuan yang minim mengenai kendaraan bermotor, seringkali terjadi kecelakaan dimana anak-anak di bawah umur sering menjadi korbannya. Selain perlu berhati-hati, pemilik motor juga harus selalu memperhatikan kondisi motor miliknya. Perawatan rutin kepada motor harus selalu dilakukan, misalnya dengan melakukan pengecekan kondisi motor di bengkel. Hal ini sangat penting agar performa motor tetap terjaga dan motorpun bisa bertahan lama. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan motor adalah memperhatikan kencang tidaknya kondisi rantai. Untuk itu, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara mengencangkan rantai motor.

 

Sebelum masuk ke dalam pembahasan cara mengencangkan rantai motor, kita perlu mengetahui efek jika rantai terlalu kencang maupun terlalu kendor. Rantai motor memiliki fungsi menyalurkan tenaga dari mesin untuk menggerakkan roda belakang melalui gir. Dengan fungsi yang sangat penting tersebut, maka sudah sepatutnya kita harus selalu memastikan bahwa rantai harus standar agar performa motor tetap terjaga. Lalu bagaimana jika kondisi rantai terlalu kendor atau terlalu kencang ?

  1. Jika Rantai Terlalu Kendor
  2. Motor tidak enak saat dikendarai
  3. Membuat part lainnya yang berhubungan dengan penggerak rantai itu akan cepat aus
  4. Bagian as gir yang depan akan cepat aus karena gir depan sedikit longgar
  5. Rantai bisa lepas dari gir sewatu-waktu
  6. Berdampak pada efisiensi bahan bakar dan performa motor itu sendiri

 

  1. Jika Rantai Terlalu Kencang
  2. Tarikan awal terasa menyendat dan timbul suara berisik
  3. Rantai cepat aus
  4. Rantai berpotensi putus
  5. Menyebabkan tenaga motor menurun

 

Kasus yang sering terjadi adalah rantai terlalu kendor yang sering disebabkan karena sering digunakan. Untuk itu, kita perlu memastikan bahwa kondisi rantai ini tidak kendor maupun tidak terlalu kencang. Jika rantai mengalami kondisi yang mengendor, pemilik motor bisa mendatangi bengkel untuk mengencangkan rantai kembali normal. Perawatan ini akan lebih aman jika pemilik motor membawa motornya ke bengkel resmi. Jika pemilik motor membawa motornya ke bengkel-bengkel pinggir jalan maupun melakukan pengencangan sendiri, maka harus tahu kekencangan rantai yang dianjurkan. Sebelum melakukan pengencangan rantai motor sendiri di rumah, kita perlu mengetahui cara mengencangkan rantai motor yang baik dan benar. Pengencangan rantai motor sendiri memerlukan alat penyetel rantai. Alat ini biasanya sudah tersedia di dalam motor sejak pembelian. Selain untuk menyetel rantai, alat-alat tersebut juga bisa digunakan untuk melakukan perbaikan ringan pada motor. Setelah alat siap, simak langkah-langkah berikut :

  1. Mengendorkan baut yang ada di as roda bagian belakang menggunakan kunci ring berukuran 19 atau 14 sesuai dengan ukuran baut pada motor tersebut.
  2. Mengencangkan baut setelan rantai yang ada di dekat rantai. Untuk melakukan itu, kita bisa menggunakan kunci ukuran 12 atau 10.
  3. Coba lihat apakah rantai sudah pas kencangnya atau belum.
  4. Jika sudah pas, maka kita perlu mengencangkan kembali baut as roda yang sebelumnya kita kendorkan tadi.
  5. Usahakan samakan garis indikator yang ada di penyetel rantai motor.

Demi performa motor yang selalu terjaga, sudah seharusnya kita memastikan kondisi motor kita selalu dalam kondisi yang baik.

Ad
Authored by: Della Firdatia